Buku ini menguraikan secara sistematis konsep dan teknik dasar kultur jaringan tanaman Pembahasan dimulai dari sejarah dan prinsip kultur jaringan diikuti dengan penjelasan mengenai struktur sel dan jaringan tanaman sebagai dasar morfogenesis in vitro Selanjutnya dijelaskan peran zat pengatur tumbuh auksin sitokinin giberelin dan lainnya serta komposisi media seperti MS B5 WPM dan Y3 yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pisang secara khusus dan tanaman lain secara umum Bagian inti buku ini membahas tahapan utama kultur jaringan meliputi sterilisasi eksplan inisiasi multiplikasi tunas perakaran hingga aklimatisasi Penulis juga mengulas faktor faktor fisiologis dan lingkungan yang memengaruhi keberhasilan kultur biakan pisang termasuk cahaya suhu dan kelembapan serta peran mikrobioma endofit dalam mendukung pertumbuhan eksplan Pada bagian lanjutan disajikan penerapan kultur iii jaringan pisang untuk konservasi genetik produksi metabolit sekunder dan pengembangan bioteknologi pertanian modern Buku ini ditutup dengan refleksi tentang arah pengembangan kultur jaringan pisang di masa depan yang menekankan pentingnya integrasi teknologi berbasis sensor sistem bioreaktor LED adaptif dan pendekatan ekofisiologi dalam meningkatkan efisiensi dan stabilitas regenerasi tanaman Buku ini menguraikan secara sistematis konsep dan teknik dasar kultur jaringan tanaman. Pembahasan dimulai dari sejarah dan prinsip kultur jaringan, diikuti dengan penjelasan mengenai struktur sel dan jaringan tanaman sebagai dasar morfogenesis in vitro. Selanjutnya, dijelaskan peran zat pengatur tumbuh (auksin, sitokinin, giberelin, dan lainnya) serta komposisi media seperti MS, B5, ...WPM, dan Y3 yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pisang secara khusus dan tanaman lain secara umum. Bagian inti buku ini membahas tahapan utama kultur jaringan, meliputi sterilisasi eksplan, inisiasi, multiplikasi tunas, perakaran, hingga aklimatisasi. Penulis juga mengulas faktor-faktor fisiologis dan lingkungan yang memengaruhi keberhasilan kultur biakan pisang, termasuk cahaya, suhu, dan kelembapan, serta peran mikrobioma endofit dalam mendukung pertumbuhan eksplan. Pada bagian lanjutan, disajikan penerapan kultur iii jaringan pisang untuk konservasi genetik, produksi metabolit sekunder, dan pengembangan bioteknologi pertanian modern. Buku ini ditutup dengan refleksi tentang arah pengembangan kultur jaringan pisang di masa depan, yang menekankan pentingnya integrasi teknologi berbasis sensor, sistem bioreaktor LED adaptif, dan pendekatan ekofisiologi dalam meningkatkan efisiensi dan stabilitas regenerasi tanaman.